Wacana penerapan SIM khusus moge

image

Redcs1 – Berita terbaru nih masbro. Pihak kepolisian berencana memberlakukan pemakaian Surat Ijin Mengemudi (SIM) khusus buat para pengendara moge. Jadi bila sebelumnya para pemilik moge yang hanya memakai SIM C biasa harus membuat SIM lagi khusus moge.


Definisi moge atau motor gede sendiri adalah sepeda motor yang memakai mesin berkapasitas 400 cc atau lebih. Tetapi dengan adanya peraturan di Indonesia yang menerapkan batas kubikasi kendaraan roda dua maksimal 250 cc, maka kubikasi di atasnya pun sudah bisa dikategorikan sebagai moge.

Nah terus bagaimana tanggapan dari pihak penggemar moge? Seperti dikutip detikcom, salah satu atpm moge asal amerika, Mabua Motor Indonesia,importir harley davidson, menyatakan keberatannya atas wacana tersebut.

“Saya sih belum dengar input apa-apa menurut saya itu enggak masuk akal,” ujar Sales and Marketing Director PT Mabua Motor Indonesia, Irvino Edwardly, kepada detikOto.Dia menuturkan mekanisme pengajuan SIM motor besar sama saja. Tidak berbedadengan motor yang lainnya.

“Cuma beda cc saja (kapasitas mesinnya). Dan itu sama saja dengan mobil 1.000 cc sampai 5.000 cc, mesin mereka kan beda tapi mekanisnya sama jadi SIM-nya juga sama,” tambahnya.
Kalau menurut kita, Lanjut Irvino. Harusnya perbedaan SIM untuk moge itu tidak perlu dilakukan.

“Sebenarnya yang paling penting ialah dari masing-masing importir (moge di Indonesia) bisa memberikan pelayanan yang terbaik buat konsumen, dan menjamin konsumennya bisa berkendara dengan baik (memberikan pelatihan),” katanya.
“Semoga aja jangan, kalau seperti ini lucu saja. Ini juga harus berlaku untuk mobil dong. Bayangkan jika SIM mobil juga dibedakan karena kapasitas mesinnya yang berbeda, padahal mekanisnya sama saja. Kalau seandainya memiliki mobil dengan mesin yang berbeda, nanti satu rumah memiliki sopir yang banyak dong,”
tambahnya.

Seperti kita ketahui, pada kendaraan roda empat atau lebih terdapat beberapa pemakaian SIM yang berbeda-beda. Jenis SIM sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu SIM perseorangan dan SIM umum. Berikut penjelasannya menurut wikipedia:

Golongan SIM perseorangan

Golongan SIM berdasarkan Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009
SIM A, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
SIM B1, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg
SIM B2, untuk mengemudikan Kendaraan alat berat, Kendaraan penarik, atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
SIM C, untuk mengemudikan Sepeda Motor.
SIM D, untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

Golongan SIM Umum

Golongan SIM Umum berdasarkan Pasal 82 UU No. 22 Tahun 2009:
SIM A Umum, untuk mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
SIM B1 Umum, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.
SIM B2 Umum, untuk mengemudikan Kendaraan penarik atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

Nah masbro, gimana pendapatnya nih? Apakah pemberlakuan SIM khusus untuk moge memang perlu diterapkan?

tulisan terakhir

Pos ini dipublikasikan di roda dua dan tag . Tandai permalink.

31 Balasan ke Wacana penerapan SIM khusus moge

  1. orang awam berkata:

    menurut ane sih sangat perlu. jangan sampe org yg mengendarai moge itu hanya krn punya duit utk beli moge tp skill kurang mumpuni. salah satu cara utk menyaring org2 yg layak mengendarai moge ya lewat SIM khusus moge itu. toh di luar negeri jg berlaku sistem seperti itu kan

  2. Har_leys berkata:

    kluar duit lagi deh kalo mau beli moge…

  3. travelmotoblog berkata:

    Sama seperti komen orang awam, menurut ane juga perlu diterapkan nih SIM khusus moge.. Karena ngendarain motor biasa sama moge kan beda, terutama powernya yang timpang.. bandingin ZX14R yg diatas 200HP sama matik komuter dibawah 10HP.. cuma 5% tenaga si matik komuter.. Kalo mobil biasanya walaupun ccnya beda jauh, tapi perbedaan power gk seekstrim moge dengan matik komuter.
    Tapi semoga juga ada kebijakan lain, moge boleh masuk tol, nah ini ane demen kalo suatu saat punya moge ngoahaha..

  4. wong deso berkata:

    kalo sim A internasional gimana om? ane pernah baca tapi lupa, kalo ga salah simA internasional syarat agar bisa mengemudikan kendaraan dinegara lain….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s